Faizal Rahman

Monday, May 01, 2006

Search - Fenomena - 1989 ( full album + lirik)

Search - Fenomena - 1989
  • Fenomena
  • Purnama
  • Isabella
  • Derap Komando
  • Ku Taklukkan Dunia
  • Menara Kesesatan
  • Bencana
  • Pawana
  • Songsang
  • Gadis Misteri
  • Mencari (Instrumental)
  • Malam

~download 82.74 MB
~pwd: fullfilth
~more
~buy it if you like it ;-)

Lirik
  • Fenomena
Kau genggam perasaan ku
Bila kau hampir kepadaku
Kemarau di dalam dada
Basah bagaikan disirami

Bayangmu sekilas datang
Mengangguku dalam lena
Sulitnya memikirkan perasaan
Ini datang...

Kau bawa
Fenomena...
Di jiwa
Fenomena...
Kau cipta
Fenomena...
Indah amat mengasyikkan
  • Purnama
Purnama ku menjelma
Hilanglah gelisah
Lenyaplah rinduku
Di dalam sukma

Aku puja cahayamu
Bersinar berkilau
Terpanah berkhayal
Terbitlah cinta

Tapi kau tertipu cahaya mu itu
Bukanlah rindumu untk diriku

Hanya anganku berkata
Anadinya engkau milikku
Ku jadikan kau
Mahkota utk segalanya

Tapi engkau selalu berpura
Menghilangkan dirimu sentiasa
Kau menjelma ada masanya
Kau berlindung di sebalik sang mega
  • Isabella
Isabella adalah
Kisah cinta dua dunia
Mengapa kita berjumpa
Namun akhirnya terpisah
Siang jadi hilang
Ditelan kegelapan malam
Alam yang terpisah
Melenyapkan sebuah kisah...

Terbayang lambaianmu
Salju terbakar kehangatan
Dunia di penuhi
Warna berseri bunga cinta
Kita yang terlena
Hingga musim berubah
Mentari menyepi
Bernyalalah api cinta

Dia Isabella
Lambang cinta yang lara
Terpisah kerana
Adat yang berbeza
Cinta gugur bersama
Daun daun kekeringan...

Haluan hidupku
Terpisah dengan Isabella
Tapi aku terpaksa
Demi cintaku Isabella
Moga dibukakan
Pintu hatimu untukku
Akan terbentang jalan
Andainya kau setia
Oh! Isabella....
  • Derap Komando
Hentak azam pun meronta
Relai rantai kejahilan
Buru petualang bangsa
Di kota

Rempuhkan segala
Dengan Jebat wajar di dada
Perjuangan buat menebus warisan
Warisan komando

Derap komando Genggam tangannya menjulangkan
Kuntum seroja
Lambang restu darinya
Pesan dari ibunya

Komando langakah komando
Kota keparat jadi kota kota keramat
Berkat bakti darinya
Seiring doa bangsanya
  • Ku Taklukkan Dunia
Sejenak ku renungi
Segala yang telah terjadi
Menimpa diri ini
Tapi seakan tak mungkin lagi
merendam membisik membendung birahi

Masih ada kepingan tersisa
Masih ada jua
Masih banyak pula naluri bercinta
Bercumbu rayu denganmu
Oh...dunia...

Tetap ada disini
Ku tak gentar menghadapi
Gelodak hidup ini
Tegar melangkah mencari erti
Di antara badai selalu mengapai

Waktu waktu terus berubah
Cita cita tak akan punah
Hasrat hanya tumbuh hanya satu
Taklukkan dunia
  • Menara Kesesatan
Dari lembah terasing
Kita di perhatikan

Satu lakunan pentas
Mainan cendekiawan

Inilah sebahagian cara hidup kita
Mempermain dan dipermainkan

Guna dan diguna
Tanpa disedari dan menyedari

Kita di dorong dorong
Dari isu ke isu
Jerumus dan kecewa
Kemudian di selamatkan

Tiada yang pasti
Dari lembah ini
Haluan menuju keruntuhan
Banyak yang kabur
Tanpa disedari semua mimpi

Menara kesesatan
Sempit fikiran
Menara kesesatan
Dalam kerugian
  • Bencana
Silau mata batin ku menyaksikan
Hujan dosa menikam di umbut kota
Oh...oh...oh...
Dan pasrah pun terpendam
Tak berkesan...oh...

Sepi di langit bertukar
Jadi irama suram
Laut tenang berpusar menelan
Karang yang tajam
Oh...oh...oh...
Bencana pastikan datang
Satu persatu
Ke sayap dunia

Sewaktu
Aku ketakutan
Melihat (menunggu)
Bencana yang datang
Panaskan terasa
Menyapu di muka
Ruoanya diriku (ku ini)
Sedang bermimpi
Ngeri datang menggigit hati
Andai terjadi nanti

Pasti penghuninya
Serangga yang liar
Itu kerana kita
Telah pun di telan
Dunia...
  • Pawana
Bermula sebuah cerita
Di zaman dulu kala
Mudahnya sederhana kehidupan
Mereka riang sentiasa dan gembira
Tanpa duka
Waktu berpesta pawana pun melanda

Meresap fikiran dan jiwa
Berubahlah semua
Jadi sombong serta alpa
Semua inginkan kuasa
Rebut dengan sengketa
Yang lemah jadi hamba

Berpecah antara mereka
Musnah di hembus pawana
Begitulah kisah hidup
Dari zaman ke zaman
Pawana menghembus akan hati insan

Cinta musnah dihembus pawana
Keinginan menghancur manusia
  • Songsang
Helakanlah nafas panjang
Henbuskanlah nafas kencang
Aturkan langkahmu agar
Tak sumbang
Kemaskan dirimu agar
Tak songsang
Kemana perginya
Kau bawa hati
Andainya tersungkur
Kau pasti mati

Siapa saja yang benar
Pasti dipertikaikan
Mana yang lebih suci
Dari sekeping hati yang murni

Dapatkah kau kekalkan
Kejujuran di hati hey!
Atau biarkan saja
Nafsu menghantui dirimu
  • Gadis Misteri
Lama...
Aku menanti
Musim...
Saling berganti
Mekar layu
Di pinggir waktu

Lama...
Aku mencari
Dalam angan dan mimpi
Keujudan
Gadis misteri

Berbagai bentuk dan rupa
Bermain di ruang mata
Siapa... gerangan agaknya

Bukakanlah jendela asmara
Moga terang kamar cintaku
Moga langit menyeri warna
Mewarnakan taman hati ku

Berilah daku sayap impian
Bawalah daku di awangan
Bukakan jendela asmara
Moga ku kenal
Resah dan rindu...
  • Mencari (Instrumental)
Instrumental
  • Malam
Malam
Bila rinduku bertambah dalam
Kau datang lagi dengan kenangan
Oh betapa dinginnya malam ini

Kasih
Bila malam ku bertambah kelam
Seribu kisah melintas mata
Dan malam ini sungguh mencengkam

( korus )
Bila malam
Tiap kali ku pandang semalam
Resahku sering menjadi dendam
Oh hatimu ku rasakan dingin

Dan malam adalah masa yang membawa kesan
Pada diriku yang kesepian
Kini ku tenggelam di bawah alunan ombak malam
Oh malam

Dan malam
Hingga dikau datang dan bicara
Dan datanglah pada hamba
Mengapa dia pergi membawa hati ini
Oh mengapa
Oh malam

Related post: , , , , ,