Semakin lara kita didera bara—
kita laungkan juga pesan merdeka:
Demokrasi sebenderang mentari
sehasrat hajat semurni harga diri.
Lama resah kita—demokrasi luka;
lama duka kita—demokrasi lara.
Demokrasi yang angkuh, kita cemuhi;
suara bebas yang utuh, kita idami!
Dua abad lalu Sam Adams berseru:
(di Boston dijirus teh ke laut biru):
Tak diperlu gempita sorak yang gebu,
diperlu hanya unggun api yang syahdu.
Kini menyalalah unggun sakti itu;
kini merebaklah nyala unggun itu.
24—25, 6.11. A. SAMAD SAID
Memaparkan catatan dengan label puisi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label puisi. Papar semua catatan
Selasa, Jun 28, 2011
Unggun Bersih | Hujan Pagi
Unggun Bersih | Hujan Pagi:
Langgan:
Catatan (Atom)