Kemaksiatan Dan Keta'atan Akan Mengundang Kemaksiatan Dan Keta'atan Seterusnya


Dalam sebuah ayat Allah Ta'alaa berfirman ;

(فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى)

Artinya : "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga). Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala yang terbaik. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar" (QS. Al Lail : 5-10)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

وقال بعض السلف: من ثواب الحسنة الحسنة بعدها، ومن جزاء السيئة السيئةُ بعدها

Sebagian ulama salaf berkata : "Termasuk dari ganjaran sebuah kebaikan adalah (mengerjakan) sebuah kebaikan setelahnya, dan termasuk dari balasan kesalahan/dosa adalah (mengerjakan) kesalahan/dosa setelahnya."

والآيات في هذا المعنى كثيرة دالة على أن الله، عز وجل، يُجازي من قصد الخير بالتوفيق له، ومن قصد الشر بالخذلان.

Dan ayat-ayat di dalam makna ini sangat banyak, yang menunjukkan bahwa Allah Azza wa Jalla, memberikan ganjaran kepada siapa yang bermaksud melakukan kebaikan yaitu dengan memberikan taufik kepadanya dan kepada siapa yang bermaksud dengan mengerjakan keburukan yaitu dengan kehinaan. (Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim, karya Ibnu Katsir rahimahullah)

Syaddad bin Aus radhiyallahu'anhu berkata :

إذا رأيت الرجل يعمل بطاعة الله فاعلم أن لها عنده أخوات, وإذا رأيت الرجل يعمل بمعصية الله, فاعلم أن لها عنده أخوات, فإن الطاعة تدل على أختها وإن المعصية تدل على أختها

"Jika kamu melihat seorang yang mengerjakan ketaatan kepada Allah, maka ketahuilah bahwa ketaatan tersebut mendatangkan saudara-saudara lain (ketaatan-ketaatan lain) baginya. Dan jika kamu melihat seorang yang mengerjakan maksiat kepada Allah, maka ketahuilah bahwa maksiat tersebut mendatangkan saudara-saudara (maksiat-maksiat lain) baginya, karena sesungguhnya sebuah ketaatan menunjukkan kepada saudaranya (ketaatan lainnya) dan sebuah maksiat menunjukkan kepada saudaranya (maksiat lainnya) (kemudian beliau membacakan firman Allah dalam surat al-lail : 5-10) (Lihat kitab Al Mafshal fi fiqh Ad Da'wat Ila Allah, 3/79)

Maka siapa yang infaq, ia akan diringankan untuk infaq selanjutnya. Siapa yang jihad akan Allah bukan untuk jihad selanjutnya. Dan siapa yang bakhil dan enggan berjihad maka ia akan di tutup pintu-pintu kebaikan setelahnya.

Semoga Allah membuka pintu kebaikan dari satu kebaikan yang kita amalkan, dan menutup pintu keburukan yang kita tinggalkan.

Wallahu a'lam bis-shawwab

✍ Abi Mulaikah

💠 || SEORANG WANITA / ISTRI ITU SANGAT MUDAH MASUK SURGA

Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda :

إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

"Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: "Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau"." (HR. Ahmad)

Namun kemudahan yang Allah berikan kepada kaum wanita ternyata tidak menjadikan kebanyakan mereka menjadi penghuni surga, justru sebaliknya, kebanyakan mereka malah menjadi penghuni neraka.

Nabi Shallallahu Alaihi wasallam bersabda:

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء (رواه البخاري 3241 ومسلم 2737)

"Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita." (HR. Bukhari no. 3241 dan Muslim no. 2737)

Nabi Shallallahu Alaihi wasallam bersabda ketika diperlihatkan surga dan neraka :

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

"Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita. Lalu ada yang bertanya, "Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Disebabkan kekufuran mereka." Ada yang bertanya kepada beliau, "Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?" Beliau menjawab, "(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, 'Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu'." (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907)

Na'am, seorang wanita bisa dengan mudah masuk surga bahkan bebas masuk dari pintu surga mana saja jika ia menjaga shalatnya, puasanya, kehormatannya dan taat kepada suaminya.

Namun kebanyakan mereka malah menjadi penghuni neraka, disebabkan kekufuran mereka. Bukan kufur kepada Allah, tapi kufur kepada suaminya.

Betapa banyak istri yang berani kepada suaminya, suaranya melebihi suara suaminya, tindakannya kasar dan keras kepada suaminya.

Seorang suami bisa saja mengalah dan diam demi menghindari keributan yang melelahkan dan memalukan. Namun dalam hatinya bisa saja terbetik ketidak-ridhaan atas perilaku buruk istrinya tersebut.

Maka berhati-hatilah dari kezhaliman diri kalian wahai para wanita kepada suami kalian, karena dari sikap diam dan mengalahnya suami kalian itu tersembunyi bahaya besar yang mengintai kalian, yaitu ketidak-ridhaan yang kelak akan menyeret kalian ke dalam adzab api neraka.

Adapun diantara sifat wanita shalihah itu amat sangat takut dengan ketidak-ridhaan suaminya dan senantiasa meminta ampun kepadanya.

Nabi Shallallaahu Alaihi wasallam beliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

"Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?" Mereka menjawab: "Tentu saja wahai Rasulullah!" Nabi menjawab: "Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: "Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha." (HR. Ath Thabrani)


※※※
🖋 Maktabatul 'ilmi
📡 Just Share Knowledge