Khamis, Jun 21, 2018

Kemaksiatan Dan Keta'atan Akan Mengundang Kemaksiatan Dan Keta'atan Seterusnya


Dalam sebuah ayat Allah Ta'alaa berfirman ;

(فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى)

Artinya : "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga). Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala yang terbaik. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar" (QS. Al Lail : 5-10)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

وقال بعض السلف: من ثواب الحسنة الحسنة بعدها، ومن جزاء السيئة السيئةُ بعدها

Sebagian ulama salaf berkata : "Termasuk dari ganjaran sebuah kebaikan adalah (mengerjakan) sebuah kebaikan setelahnya, dan termasuk dari balasan kesalahan/dosa adalah (mengerjakan) kesalahan/dosa setelahnya."

والآيات في هذا المعنى كثيرة دالة على أن الله، عز وجل، يُجازي من قصد الخير بالتوفيق له، ومن قصد الشر بالخذلان.

Dan ayat-ayat di dalam makna ini sangat banyak, yang menunjukkan bahwa Allah Azza wa Jalla, memberikan ganjaran kepada siapa yang bermaksud melakukan kebaikan yaitu dengan memberikan taufik kepadanya dan kepada siapa yang bermaksud dengan mengerjakan keburukan yaitu dengan kehinaan. (Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim, karya Ibnu Katsir rahimahullah)

Syaddad bin Aus radhiyallahu'anhu berkata :

إذا رأيت الرجل يعمل بطاعة الله فاعلم أن لها عنده أخوات, وإذا رأيت الرجل يعمل بمعصية الله, فاعلم أن لها عنده أخوات, فإن الطاعة تدل على أختها وإن المعصية تدل على أختها

"Jika kamu melihat seorang yang mengerjakan ketaatan kepada Allah, maka ketahuilah bahwa ketaatan tersebut mendatangkan saudara-saudara lain (ketaatan-ketaatan lain) baginya. Dan jika kamu melihat seorang yang mengerjakan maksiat kepada Allah, maka ketahuilah bahwa maksiat tersebut mendatangkan saudara-saudara (maksiat-maksiat lain) baginya, karena sesungguhnya sebuah ketaatan menunjukkan kepada saudaranya (ketaatan lainnya) dan sebuah maksiat menunjukkan kepada saudaranya (maksiat lainnya) (kemudian beliau membacakan firman Allah dalam surat al-lail : 5-10) (Lihat kitab Al Mafshal fi fiqh Ad Da'wat Ila Allah, 3/79)

Maka siapa yang infaq, ia akan diringankan untuk infaq selanjutnya. Siapa yang jihad akan Allah bukan untuk jihad selanjutnya. Dan siapa yang bakhil dan enggan berjihad maka ia akan di tutup pintu-pintu kebaikan setelahnya.

Semoga Allah membuka pintu kebaikan dari satu kebaikan yang kita amalkan, dan menutup pintu keburukan yang kita tinggalkan.

Wallahu a'lam bis-shawwab

✍ Abi Mulaikah

Tiada ulasan:

Catat Ulasan